Muara News
Typography

Radiomuara.com / Jakarta, 24 April 2018.Aksi stop operasi atau " off bid " yang dilakukan ribuan driver ojek online ( ojol ) ternyata membawa dampak buruk bagi aktifitas masyarakat.

Banyak masyarakat yang telat melakukan aktifitas kerjanya dikarenakan mereka tidak mendapatkan angkutan yang jadi idola tersebut. Bahkan penumpukan penumpang terjadi di beberapa titik keramaian terutama di stasiun kereta api dan terminal bus pada saat aksi tersebut dilakukan Senin ( 23/04/18 ).

Sebagian masyarakat mengaku tidak tahu kalau hari itu angkutan berbasis aplikasi tersebut tidak melakukan aktifitasnya seperti biasa. Sisca misalnya, karyawan salah gedung di kawasan Kuningan ini mengaku sudah menunggu hingga satu jam namun order aplikasinya tidak direspon oleh driver. Dirinya juga mengaku tidak mengetahui kalau angkutan roda dua tersebut sedang menyuarakan aspirasinya ke gedung DPR / MPR.

 
 Sementara di depan gedung DPR / MPR sendiri, belasan ribu driver ojol yang dimotori oleh gabungan angkutan roda dua ( garda ) ini sejak pukul 12.00 wib sudah mulai memadati jalan Gatot Subroto. Mereka menuntut disesuaikannya tarif per kilometer dari Rp. 1600,- menjadi Rp. 3000-4000. Selain itu mereka juga menuntut agar pemerintah membuat payung hukum terutama untuk angkutan roda dua atau ojek online.
 
Aksi mereka sendiri sempat diwarnai kericuhan saat seorang driver di pergoki membawa penumpang. Beruntung , beberapa petugas dibantu driver lainnya berusaha melindungi. Sementara aksi sendiri sepenuhnya berjalan tertib dan mendapatkan pengawalan sekitar 7000 petugas kepolisian.
 
Reporter : Angga.P
Redaksi : Arya BK

Twitter

Facebook

Visitors Counter

1064461
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1105
1226
3785
427767
21571
35405
1064461
Your IP: 54.81.232.54
2018-05-22 21:00