Muara News
Typography

Radiomuara.com / Jakarta, 10 Juli 2018. Fenomena buaya sepertinya masih menjadi hantu untuk warga Jakarta.

Setelah ditemukan di kawasan Ancol, lalu menyusun di kawasan Grogol dan Tanggerang. Kini buaya juga sempat membuat heboh warga perum griya loka residence bambu apus, Jakarta timur. Namun buaya yang panjangnya mencapai 4,5 m dan berat 250 kg tersebut bukan berada di alam bebas.

Tapi buaya tersebut dipelihara oleh warga namun akhirnya diserahkan ke pemerintah. Adalah H. Maman Isnain sebagai tokoh dikawasan tersebut yang pertama kali memeliharanya sejak tahun 1990 . Seiring waktu, buaya tersebut semakin besar dengan asupan makanan ayam.

Selain memelihara buaya, H. Mamat juga memelihara ular piton dan Menjangan di tanahnya yang luasnya mencapai 5 hektar. Ketika H. Mamat meninggal, buaya tersebut pun tidak ada yang memperhatikan. Bahkan anaknya sendiri juga tidak berkeinginan merawatnya. 

 
  Akhirnya dengan inisiatif dari pihak keluarga, buaya tersebut diserahkan ke pemerintah dengan meminta bantuan dinas pemadam kebakaran ( damkar ) Jakarta timur. Saat di evakuasi, petugas damkar yang dibantu warga sedikit kesulitan dengan besarnya sang reptil tersebut. Air kolam tempat buaya harus disedot agar memudahkan petugas menangkap dengan cara menjerat. Setelah berhasil dievakuasi, buaya tersebut lalu dibawa ke taman mini Indonesia indah ( TMII ). 
 
Reporter.  : Angga. P
Redaksi.   : Arya. BK

Twitter

Facebook

Visitors Counter

1129950
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
691
817
3587
491787
22457
34065
1129950
Your IP: 54.198.170.159
2018-07-18 21:38