Muara News
Typography
Radiomuara.com / Jakarta , 5 Desember 2018. Kasus pembantaian yang dilakukan gerakan separatis di Papua yakni OPM ( Organisasi Papua Merdeka ) membuat geram Menteri pertahanan Ryamizad Ryacudu.
  Apalagi gerakan separatis tersebut juga sempat menyerang markas TNI di Nduga yang menewaskan 1 prajurit. Ryamizard langsung memberikan ultimatum kepada OPM " segera menyerah atau diserbu oleh TNI " ujarnya. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh OPM bukan lagi tindakan kriminal.
 
Akan tetapi sudah menjurus kepada tindakan separatisme. Penanganan OPM bukan lagi oleh polisi tapi harus dari unsur TNI. Dan tidak ada lagi negosiasi, menyerah atau saya habisi ucap Menhan sambil menahan geram. Untuk menumpas gerakan separatis di Papua tersebut , Menhan berencana akan menurunkan pasukan khusus TNI dari berbagai unsur seperti Kopassus, Kopaskha, Denjaka dan Korphaskasau. 
 
  Seperti yang diberitakan sebelumnya pada senin ( 03/12/18 ) gerakan separatis di Papua kembali berulah dengan menyerang 31 pekerja transpapua dan juga markas TNI di  Nduga. Gerakan yang menuntut Papua merdeka ini memang kerap melakukan tindakan penyerangan baik kepada masyarakat sipil maupun polisi serta TNI.
 
Sudah banyak prajurit TNI dan polisi yang tewas akibat ulah mereka. Sudah waktunya pemerintah mengambil tindakan tegas kepada kelompok separatis ini. Agar penyerangan tidak kembali terjadi di bumi Papua. 
 
Reporter.  : Angga. P
Redaksi.   : Arya. BK

Twitter

Facebook

Visitors Counter

1274142
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1625
752
7537
634664
14156
24650
1274142
Your IP: 52.91.185.49
2018-12-14 23:29