Muara News
Typography

Radiomuara.com / Jakarta, 14 Desember 2018. Tawuran pelajar di Jakarta Sepertinya sudah menjadi tradis.

Lagi - lagi pelajar di Jakarta menjadi korban tawuran 2 kelompok pelajar SMP di kawasan Gunung Sahari , Jakarta Pusat Kamis sore ( 13/12/18 ). Puluhan pelajar dari SMPN 17 Karang Anyar dan SMP Tribuana Gunung Sahari sekitar pukul 17.30 Wib terlibat tawuran di jalan Gunung Sahari Raya , Mangga Besar.

 

 

Belum diketahui penyebab pasti terjadinya tawuran yang menyebabkan kemacetan lalu lintas tersebut. Satu orang pelajar SMPN 17 berinisial WR (15) dikabarkan tewas dalam tawuran tersebut. Tawuran yang terjadi pada saat jam pulang kerja tersebut tak pelak membuat masyarakat yang melintas menjadi panik.

 

Polisi dibantu warga setempat akhirnya berhasil membubarkan tawuran yang berlangsung selama satu jam tersebut. Sementara korban yang meninggal langsung dibawa ke RSUK Sawah Besar .

Sementara Kapolres metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu membenarkan peristiwa tawuran tersebut. Kapolres menuturkan, untuk sementara belum ada yang dijadikan tersangka akibat ulah para pelajar ini. 8 orang saksi dari pelajar yang terlibat tawuran sudah diamankan oleh aparat polsek Sawah Besar. Kepolisian sampai saat ini masih terus mengusut tawuran yang merenggut nyawa siswa tersebut.

Perlu diketahui, tawuran pelajar kerap terjadi dijakarta , bahkan hingga merenggut nyawa para pelaku tawuran. Tawuran sering disebabkan hanya masalah sepele seperti gengsi nama sekolah ataupun dipicu perebutan wanita. Namun sepertinya kematian para pelajar tidak menjadikan mereka jera atau berhenti.

 

Bahkan justru tawuran semakin menjadi dan para pelajar kerap dibekali dengan senjata tajam yang dapat melukai mereka sendiri. Pemda DKI melalui Dinas Pendidikan dan kebudayaan sudah sepatutnya melihat masalah krusial ini. Karena jika selalu didiamkan dan tidak diambil tindakan, tidak tertutup kemungkinan akan kembali generasi bangsa menjadi korban yang sia-sia.

 

Reporter. : Angga. P

Redaksi. : Arya. BK

Twitter

Facebook