Muara News
Typography

Radiomuara.com/ Lampung, 18 Juli 2019.

 Konflik antar warga kembali terjadi di Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung, konflik antar kelompok di wilayah Register 45 di duga dipicu lantaran soal pemakaian alat pem-bajak ladang, milik salah satu kelompok, Rabu 17 Juli 2019.

     Korban tewas bentrok dua kelompok antara warga Mesuji Raya dengan Kelompok Mekar Jaya, Kawasan Register 45 Sungai Buaya, Mesuji, bertambah menjadi empat orang. Sementara lima lainnya kritis dan luka-luka masih dalam perawatan medis Puskes Simpang Pematang.

Saat ini situasi masih memanas, masing masing kelompok masih berupaya saling serang. Puluhan aparat Polres Mesuji bersenjata lengkap, bersama TNI Kodim 0426 siaga mengamankan lokasi bentrok, mengantisipasi bentrok susulan.

Menurut informasi bentrok dipicu perebutan penggunaan alat bajak, yang kemudian memicu cekcok mulut, hingga berujung bentrok sekitar pukul 14.00 wib masing-masing kelompok bersenjata parang sabit pacul, yang biasa digunakan di ladang. “Saya kurang tau persis peristiwa itu, tetapi dari kabar yang disanan, bentrok antara warga Mesuji Raya dengan kelompok Mekar Jaya, karena dipicu masalah kendaraan bajak milik salah satu kelompok,” ujar Warga.

Wakapolres Mesuji Kompol Hendriansyah mengatakan saat ini Kapolres dan anggota kepolisian setempat sedang berada di lokasi kejadian untuk meredam bentrok susulan. Akibat kejadian itu, sembilan orang mengalami luka bacok, dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. “Dan empat orang kemungkinan meninggal dunia, saat ini berada di Puskesmas Simpang Pematang,” katanya.
 
 
Sementara Kondisi terkini tempat kejadiaan perkara saat ini masih kondusif langsung dimana telah ditempatkan puluhan personil dari kepolisian resort Mesuji beserta Kodim 0426.

Di Puskesmas Simpangpematang, para korban luka bacok akibat bentrok masih ditangani petugas.
 
 
 
Reporter.  : Angga. P
Redaksi.   : Arya. BK
Sumber.    : Antara

Twitter

Facebook