Entertainment
Typography

Radiomuara.com / Jakarta, 26 Agustus 2019 

Di Era kepemimpinan Soeharto, sosok Siti Hartinah Soeharto ( Ibu Tien ) merupakan panutan bagi masyarakat Indonesia.
     Sebagai seorang ibu negara pada masa era kepemimpinan sang suami ( Soeharto ), Ibu Tien sangat disegani dan disanjung bahkan dirinya pun dikenal sebagai sosok yang bijak dan diakui sebagai ibunya bangsa Indonesia. Disamping itu, kepeduliannya terhadap bangsa sangat dikagumi oleh beberapa negara tetangga.
 
   Keteladanan yang dilaksanakan suami tercinta telah menggerakkan hati Ibu Tien Soeharto melaksanakan keinginan terpendamnya, yaitu berbagi kasih sayang dan perhatian nyata kepada keluarga-keluarga Indonesia yang begitu merana karena tertimpa bencana. Keinginan yang sangat kuat untuk menemani dan menyantuni, turut merasakan duka dan penderitaan sesama, segera dan seketika dapat dilaksanakan berkat bantuan dan dana yang terkumpul berkat kedermawanan masyarakat dan para pengusaha.
 
 
Pada sekitar tahun 1968 atau tepatnya 51 tahun yang lalu, bersama Ibu Zaleha Ibnu Sutowo. Tien Soeharto menyisihkan sedikit kas keluarga untuk membantu masyarakat Indonesia. Maka didirikannya sebuah  Yayasan Harapan Kita ( YHK ) yang menaungi Rumah Sakit Jantung Harapan Kita dan Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita.
 
   Rumah Sakit Anak dan Bersalin merupakan bukti perlawanan Ibu Negara Tien Soeharto terhadap tingginya angka kematian bayi dan ibu yang melahirkan di masa itu. Beliau ingin rumah sakit ini berperan besar membantu tumbuh kembang anak-anak hebat harapan bangsa dan menjadi pionir penggunaan teknologi kedokteran terbaru.
 
 
Sedang Rumah Sakit Harapan kita adalah rumah sakit ini menjadi yang pertama melakukan bedah jantung terbuka di Indonesia dan operasi jantung berteknologi tinggi lainnya. Setelah itu, beliaupun mendirikan Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusian ( YDGRK ). 
 
Selama 33 tahun berkiprah itu YDGRK telah menyalurkan bantuan sekitar Rp 64 miliar. Selama itu pula YDGRK telah menyalurkan bantuan di 1.099 lokasi bencana, pada 899 kejadian bencana di 34 Provinsi di Indonesia serta beberapa titik bencana dunia. Ibu Tien juga berjasa dalam bidang kebudayaan dengan mendirikan Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ). Serta dibidang pendidikan dengan adanya Perpustakaan nasional. 
Kini setelah Ibu Tien tiada, kedua yayasan tersebut digerakkan langsung oleh putrinya yakni Hj. Siti Hardianti Rukmana atau Mbak Tutut. Sosoknya yang sangat mirip dengan sang ibunda memang mampu meneruskan program - program yang digagas Almarhumah. Namun Mbak Tutut menampik jika dirinya disamakan dengan sang ibunda. Karena baginya, Ibunya merupakan wanita yang gigih. Wanita yang selalu ingin Indonesia dikenal luas diseluruh dunia. 
 
 " Beliau adalah sosok yang tidak bisa tergantikan oleh siapapun termasuk keluarga " ujar Mbak Tutut. 
 
Mbak Tutut mengaku, apa yang kini dia jalankan merupakan amanat dan akan terus dijaga. Mbak Tutut mewakili keluarga juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada para donatur. Dan diharapkan kedua yayasan ini terus memberikan kontribusi untuk bagi kemajuan bangsa dan negara. 
 
Reporter. : Angga. P
Redaksi.  : Arya. BK

Twitter

Facebook